Pantai Tureloto @hardytuwuntjaki

Berjalan-Jalan di Pantai Tureloto, Nias. Pesona Laut Mati-nya Indonesia

Pernah dengar Laut Mati yang ada di Yordania? Tempat wisata yang kaya akan kandungan garamnya ini, memang banyak menarik perhatian turis-turis dari berbagai negara. Di Laut Mati kamu tak akan menemukan kehidupan karena kandungan garamnya mencapai 32%! Selain itu, kamu juga bisa mengapung tanpa takut tenggelam.

Nah, kalau kamu mau mencoba sensasi mengapun di dasar laut, nggak perlu jauh-jauh ke Yordania. Di Indonesia juga ada, namanya Pantai Tureloto yang berlokasi di Kecamatan Lahewa, Kabupaten Nias Utara.

Pesona keindahan yang diciptakan Tuhan ini sangat layak kamu kunjungi sebelum mati. Sebab, sejauh mata memandang, kamu akan melihat hamparan laut biru tak berbatas samudra Hindia. Kalau pantai-pantai lainnya di lebih  terkenal dengan pasir putih dan ombaknya, maka Pantai Tureloto terkenal dengan julukan Laut Mati-nya Indonesia. Layaknya Laut Mati di Yordania, di pantai Tureloto kamu juga bisa merasakan sensasi tersebut. Hal ini karena kandungan garamnya terbilang tinggi, meski memang tak setinggi Laut Mati. Bukan cuma pasir serta siur anginnya, hamparan batu karang di Pantai Tureloto juga bisa banget meredamkan kegundahanmu!

Awalnya, Pantai yang sedang hits di Nias ini sama saja dengan pantai lainnya. Hanya pasir putih, deburan ombak dan lautnya yang biru. Tapi setelah musibah gempa pada 2005 lalu di Nias, air laut Pantai Tureloto mulai surut dan menyisakan hamparan batu karang. Hal ini tentu saja membuat Pantai Tureloto sangat cimaik bila dibingkai dalam bidikan kamera. Karena airnya yang jernih, kamu jadi bisa melihat kehidupan bawah laut hanya dari atas perahu. Pantai Tureloto terbilang aman karena ombaknya sangat tenang. Jadi kamu bisa duduk bersantai di atas perahu tanpa takut akan terjangan ombak.

Nah, untuk kamu yang suka menikmati keindahan bawah laut bisa snorkeling juga di Pantau Tureloto.

Pantai Tureloto @etnisnias

Oh ya, kalau kamu ingin ke sini dan berasal dari luar Medan, kamu bisa menggunakan jalur udara dengan memilih penerbangan dari Bandara Kuala Namu Medan menuju Bandara Binaka Gunung Sitoli. Kalau kamu ingin lewat jalur darat, kamu bisa naik bus atau taksi ke pelabuhan Sibolga. Setelah itu menyeberang dengan kapal sampai ke Gunung Sitoli, dan lanjutkan perjalanan darat ke dengan kendaraan sewa berjarak tempuh kurang lebih 2 jam.

Gimana? Tertarik ke Pantau Tureloto?

Leave a Reply